
Adimulya, September 2026 — Upaya mencetak generasi yang dekat dengan Al-Qur’an terus dilakukan oleh MI Ma’arif 01 Adimulya melalui Program Tahfidz Al-Qur’an. Tidak sekadar mengejar jumlah hafalan, program ini dirancang secara bertahap untuk menjaga kualitas hafalan siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
Salah satu bentuk evaluasi yang secara rutin dilaksanakan adalah Ujian Kenaikan Marhalah (UKM). Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengukur kesiapan dan kualitas hafalan siswa sebelum melanjutkan ke tingkatan hafalan berikutnya.
UKM dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada tanggal 17. Dalam setiap ujian, siswa diuji sesuai dengan target hafalan pada marhalah atau tingkatan masing-masing.
Enam Marhalah, Enam Tahapan Perjalanan Menghafal Al-Qur’an
Program Tahfidz MI Ma’arif 01 Adimulya terbagi menjadi enam marhalah. Pembagian ini dilakukan agar proses menghafal Al-Qur’an dapat berlangsung secara bertahap, terarah, dan sesuai dengan kemampuan siswa.
Marhalah 1 memiliki target hafalan Surat An-Nas sampai Surat Al-Quraisy, dengan guru pengampu Ibu Aida Zaemah, S.Pd. dan Ibu Siti Mukarromah, S.Pd. I.
Marhalah 2 melanjutkan hafalan dari Surat Al-Fil sampai Surat Al-Bayyinah, dengan guru pengampu Ibu Siti Nur Hasanah, S.Pd.I. dan Ibu Afivah Laela Sani, S.Pd.
Selanjutnya, Marhalah 3 memiliki target hafalan Surat Al-Qadr sampai Surat Asy-Syams, yang dibimbing oleh Ibu Sulfi Munfatiroh, S.Pd.I. dan Bapak Sugeng Riyadi, S.Pd.
Pada Marhalah 4, siswa ditargetkan menghafalkan Surat Al-Balad sampai Surat Al-Buruj, dangan guru pembimbing yaitu Bapak Arwani, S. Pd. I
Kemudian Marhalah 5 memiliki target hafalan Surat Al-Insyiqaq sampai Surat At-Takwir, dengan guru pengampu Ibu Vida Ainuz Zulfa, S.Kom., Al-Hafidzah.
Adapun Marhalah 6 menjadi tahapan akhir dalam target hafalan Juz 30, dengan materi hafalan Surat ’Abasa sampai Surat An-Naba. Marhalah ini diampu oleh Bapak Faiz Syafiqul Umam, S.Pd., Al-Hafidz.
Setelah menyelesaikan target Marhalah 6, siswa yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 dapat melanjutkan perjalanan tahfidz menuju Juz 29.
Adapun kegiatan setoran hafalan dilaksanakan setiap hari senin sampai kamis, setelah sholat duha dan pembacaan Asmaul Husna, yaitu pada jam 07.00 sampai jam 08.00 WIB
UKS, Tahap Awal Sebelum Mengikuti UKM
Sebelum mengikuti UKM, calon peserta terlebih dahulu menjalani Uji Kelayakan Surat (UKS).
UKS menjadi tahap untuk memastikan bahwa hafalan siswa sudah cukup matang dan layak untuk mengikuti ujian kenaikan marhalah. Dalam tahap ini, siswa diminta membaca hafalan sesuai targetnya untuk dinilai kelancaran, ketepatan, dan kesiapan hafalannya.
Dengan adanya UKS, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar banyaknya surat yang telah dihafalkan, tetapi juga dibiasakan untuk menjaga mutu hafalan.
UKM September 2026 Diikuti 44 Peserta
Pada pelaksanaan UKM periode September 2026, sebanyak 44 siswa mengikuti ujian kenaikan marhalah.
Hasil pelaksanaan ujian menunjukkan bahwa 32 peserta dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke marhalah berikutnya. Sementara itu, 12 peserta belum dinyatakan lulus dan akan mengikuti remidi hafalan dua minggu setelah pelaksanaan UKM.
Remidi menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan. Siswa diberikan kesempatan untuk kembali memantapkan hafalannya sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Program Tahfidz MI Ma’arif 01 Adimulya tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga memberikan perhatian terhadap proses dan kualitas hafalan setiap peserta didik.
Wali Murid Turut Menjadi Bagian dari Perjalanan Tahfidz
Pelaksanaan UKM juga melibatkan orang tua siswa. Setiap kegiatan UKM, wali murid peserta diundang untuk hadir, menyaksikan proses ujian, sekaligus memberikan dukungan kepada putra-putrinya.
Kehadiran orang tua menjadi motivasi tersendiri bagi siswa. Dukungan dari keluarga diharapkan dapat menciptakan suasana yang positif sehingga anak-anak semakin bersemangat dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Sinergi antara madrasah, guru, dan keluarga menjadi salah satu kekuatan penting dalam keberlangsungan Program Tahfidz.
Tasmi’: Ujian Hafalan Juz 30 dalam Satu Majelis
Selain UKM, Program Tahfidz MI Ma’arif 01 Adimulya juga memiliki Ujian Tasmi’ sebagai salah satu tahapan penting bagi siswa yang telah menyelesaikan hafalan Juz 30 atau Juz ‘Amma.
Ujian Tasmi’ menjadi bentuk evaluasi hafalan secara menyeluruh. Setelah menyelesaikan hafalan Juz 30 pada Marhalah 6, siswa mengikuti ujian dengan membaca seluruh hafalan dari Surat An-Naba sampai Surat An-Nas.
Yang menjadi kekhasan dalam ujian ini adalah hafalan dibacakan sekali duduk dalam satu majelis, sehingga siswa dituntut untuk mampu menjaga kesinambungan hafalan dari awal hingga akhir Juz 30.
Tasmi’ bukan sekadar ujian untuk mengetahui apakah siswa telah hafal Juz 30. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menguji kekuatan hafalan, kelancaran, ketelitian, dan kemampuan siswa dalam menjaga hafalan secara utuh dalam satu rangkaian bacaan.
Dengan demikian, perjalanan siswa tidak berhenti ketika seluruh surat telah berhasil dihafalkan. Setelah hafal, siswa juga dibimbing untuk menjaga, mengulang, dan mempertahankan hafalan tersebut.
Dewan Penguji dari Para Penghafal Al-Qur’an
Dalam pelaksanaan UKM, dewan penguji adalah Bapak Faiz Syafiqul Umam, S.Pd., Al-Hafidz dan Ibu Vida Ainuz Zulfa, S.Kom., Al-Hafidzah.
Keduanya merupakan guru MI Ma’arif 01 Adimulya yang, Alhamdulillah, telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
Kehadiran para penguji yang memiliki pengalaman dalam menghafal Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas evaluasi Program Tahfidz di madrasah.
Kepala Madrasah Berikan Dukungan Penuh
Program Tahfidz Al-Qur’an MI Ma’arif 01 Adimulya juga mendapatkan dukungan dari Kepala Madrasah, Bapak KH. Mutimin, S.Pd.I.
Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para guru dan siswa untuk terus mengembangkan program tahfidz. Program ini diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang memiliki kecintaan, kedekatan, dan akhlak yang baik berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dari Hafalan Menuju Pengamalan
Perjalanan tahfidz sejatinya bukan hanya tentang berapa banyak ayat yang mampu diingat. Hafalan Al-Qur’an merupakan sebuah amanah yang perlu dijaga dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, rangkaian kegiatan mulai dari UKS, UKM, hingga Tasmi’ menjadi bagian dari proses pendidikan yang saling melengkapi. Siswa dibiasakan untuk mempersiapkan hafalan, menguji hafalan, memperbaiki kekurangan, kemudian menjaga hafalan yang telah diselesaikan.
MI Ma’arif 01 Adimulya juga secara rutin mengadakan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Bil-Ghaib Juz 30 yang dilaksanakan bersamaan dengan acara pelepasan siswa kelas 6.
Wisuda tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus momentum bagi siswa dan orang tua atas perjuangan mereka dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di madrasah.
Menanam Benih Generasi Qur’ani
Pelaksanaan UKM yang hingga September 2026 telah berlangsung sebanyak enam kali menunjukkan komitmen MI Ma’arif 01 Adimulya dalam mengembangkan pembelajaran tahfidz yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dari satu surat ke surat berikutnya, dari satu marhalah ke marhalah berikutnya, anak-anak dibimbing untuk terus melangkah bersama Al-Qur’an.
Bukan hanya agar mereka hafal Al-Qur’an, tetapi juga agar mereka mencintai Al-Qur’an, menghormati Al-Qur’an, menjaga Al-Qur’an, dan berusaha mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Sebab, pendidikan Al-Qur’an tidak berhenti ketika ayat terakhir selesai dibaca. Justru setelah hafalan selesai, perjalanan untuk menjaganya baru dimulai.
Semoga seluruh ikhtiar keluarga besar MI Ma’arif 01 Adimulya menjadi bagian dari amal jariyah dalam membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Semoga dari lantunan ayat yang setiap hari memenuhi ruang-ruang kelas, lahir generasi yang bukan hanya kuat hafalannya, tetapi juga lembut akhlaknya, luas manfaatnya, dan mampu membawa cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat.
بارَكَ اللهُ فِي جُهُودِ أَبْنَائِنَا وَمُعَلِّمِينَا وَوَالِدَيْهِمْ، وَجَعَلَهُمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ.
Semoga Allah memberkahi perjuangan anak-anak kami, para guru, dan orang tua mereka, serta menjadikan mereka termasuk Ahlul Qur’an, keluarga dan orang-orang pilihan Allah.
