
Perwakilan Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Cilacap menggelar audiensi bersama Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI di tengah berlangsungnya Aksi Silaturahmi Akbar Guru Indonesia (SIAGA) 2026, di Gedung MPR/DPR RI, Rabu (20/05/26).
Dalam kesempatan tersebut, audiensi dihadiri langsung oleh Ketua PGMM Cilacap, Fatkhuddin, didampingi Bendahara PGMM Cilacap, Nishfatul Azizah. Turut hadir pula tiga anggota PGMM Cilacap, yakni Muttaqin, Budi Ariwibowo, dan Khazim Mahrur, yang bersama-sama menyampaikan berbagai aspirasi serta persoalan yang dihadapi madrasah swasta.
Perwakilan PGMM Cilacap diterima langsung di Ruang Kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI. Dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka, perwakilan PGMM Cilacap menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi para guru madrasah, salah satunya ialah terkait kesejahteraan para guru madrasah swasta.
Ketua PGMM Cilacap Fatkhuddin menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menghadirkan perhatian yang lebih besar terhadap keberlangsungan dan kemajuan pendidikan madrasah.
Ia juga mengusulkan revisi Undang-undang ASN Nomor No 20 tahun 2023 dan UU Guru Dan Dosen No 14 Tahun 2005 yang dinilai tidak berpihak kepada guru madrasah swasta.
“Salah satu hal yang kami dorong adalah adanya revisi terhadap Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 serta Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005. Menurut kami, regulasi tersebut dalam praktiknya belum sepenuhnya berpihak kepada guru madrasah swasta,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya kepastian masa depan bagi sekitar 630.000 guru madrasah swasta melalui kebijakan afirmatif dalam pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik melalui skema PNS maupun PPPK.
“Selain persoalan regulasi, kami juga ingin menyampaikan harapan besar terkait nasib guru madrasah swasta di seluruh Indonesia. Sampai hari ini masih banyak guru yang belum mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan,” terangnya.
“Kurang lebih ada 630 ribu guru madrasah swasta yang berharap mendapatkan afirmasi dari pemerintah, baik melalui skema PNS maupun PPPK. Mereka sudah lama mengabdi dan memiliki kontribusi besar dalam pendidikan nasional,” imbuhnya.
Selain itu, anggota PGMM Cilacap, Budi Ariwibowo, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sarana, prasarana, dan infrastruktur madrasah swasta yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
“Salah satu yang kami soroti adalah kondisi sarana, prasarana, dan infrastruktur madrasah swasta yang sampai saat ini masih sangat memprihatinkan. Masih banyak madrasah swasta yang memiliki ruang kelas kurang layak, fasilitas belajar terbatas, bahkan ada yang mengalami kerusakan bangunan namun belum mendapatkan perhatian maksimal. Padahal madrasah juga memiliki peran penting dalam mencerdaskan anak bangsa,” terangnya.
Sementara itu, Novita Wijayanti menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh PGMM Cilacap. Ia mengungkapkan bahwa berbagai usulan yang disampaikan dalam audiensi sebelumnya telah diteruskan kepada pihak terkait. Novita juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal serta memperjuangkan aspirasi tersebut dalam rapat kerja mendatang.
“Saya sudah memperjuangkan dan waktu itu sudah menyampaikan. Kali ini juga saya siap menyampaikan apa yang menjadi aspirasi bapak ibu semuanya,” tegasnya.
Audiensi tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan madrasah serta kesejahteraan para guru.
