Pesan Penting Ketum PGMM Tedi Malik Jelang Aksi 30 Oktober yang Berbarengan dengan Demo Buruh

Menjelang pelaksanaan aksi nasional guru madrasah pada 30 Oktober 2025 di Jakarta, Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Tedi Malik, menyampaikan pesan penting kepada seluruh guru madrasah yang akan mengikuti aksi damai ini.

Ia menekankan agar seluruh peserta menjaga ketertiban, kedamaian dan fokus pada tujuan utama perjuangan, yakni mendorong pemerintah dan DPR untuk menerbitkan regulasi yang mengakomodir guru madrasah swasta setara dengan guru yang berada di madrasah/sekolah negeri.

Bertepatan dengan Aksi Buruh dan Mahasiswa

Tedi mengingatkan bahwa aksi guru madrasah kali ini  bertepatan dengan demonstrasi besar dari kalangan buruh dan mahasiswa, di mana kebetulan titik lokasi aksi juga sama, sehingga para guru diminta tetap waspada.

Kerumunan massa dalam jumlah yang sangat banyak ini, kata dia, berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusup dan mengacaukan jalannya aksi damai guru madrasah.

“Kami mengingatkan kepada seluruh peserta aksi agar tetap berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi. Aksi kita harus damai, bermartabat dan mencerminkan akhlak seorang pendidik,” ujar Tedi kepada IMBC News, Selasa (28/10/2025).

Tetap dalam Barisan Sesuai Wilayahnya Masing-masing

Lebih lanjut, Tedi menegaskan bahwa Aksi Nasional 30 Oktober bukan ajang reuni atau temu kangen antar guru. Ia meminta agar seluruh peserta aksi tetap berada di barisan sesuai wilayahnya masing-masing dan mematuhi instruksi dari koordinator lapangan.

Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan aksi tetap kondusif serta mencegah masuknya orang-orang yang tidak dikenal yang bisa memanfaatkan kerumunan untuk membuat kekacauan.

“Ini bukan ajang reuni atau temu kangen. Semua peserta harus tetap fokus dan disiplin dalam barisan sesuai wilayahnya masing-masing,” tegas Tedi.

“Kita harus bisa mengantisipasi jika ada orang yang tidak dikenal ingin menunggangi atau mengacaukan suasana,” sambungnya.

Perketat Pengamanan Internal

Selain itu, Tedi juga mengingatkan kepada koordinator lapangan (korlap) dari setiap wilayah atau kecamatan. Ia meminta agar para korlap memastikan sistem pengamanan internal yang ketat, baik dari segi pengawasan peserta, pengaturan barisan, maupun koordinasi dengan aparat keamanan.

“Koordinator lapangan sesuai wilayahnya masing-masing harus siaga. Pastikan keamanan peserta, jaga barisan dan lakukan pengawasan ketat di sekitar lokasi. Kita tidak boleh lengah, karena aksi ini membawa nama baik guru madrasah di mata publik,” ujarnya.

“Jika ada orang yang tidak kita kenal masuk ke dalam barisan dan diduga hendak mengacaukan suasana, jangan main hakim sendiri, secepatnya berkoordinasi dengan pihak keamanan,” tegasnya menambahkan.

Bukan Aksi Perlawanan kepada Pemerintah

Tedi juga menegaskan bahwa perjuangan guru madrasah ini bukanlah bentuk perlawanan, melainkan seruan moral dan tuntutan keadilan atas kesenjangan kesejahteraan yang selama ini dirasakan guru madrasah swasta.

“Kami datang dengan niat baik. Kami tidak menentang siapa pun, tapi menagih janji dan keadilan bagi guru madrasah yang selama ini turut mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Tedi mengingatkan bahwa peserta aksi tidak boleh membawa barang-barang yang berbahaya, seperti senjata tajam, petasan atau benda lain yang dapat memicu kekerasan.

Ia juga menegaskan bahwa peserta aksi dilarang membubarkan diri sebelum aksi selesai dan menekankan bahwa peserta aksi harus tetap menjaga kebersihan lokasi aksi dengan membawa kantong sampah sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top