
Pada pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) kelas 1 sampai kelas 5 tahun pelajaran 2025–2026, penyusunan kisi-kisi dirancang sebagai acuan utama dalam memastikan proses penilaian berjalan terarah, objektif, dan sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan selama satu tahun pembelajaran. Kisi-kisi ini disusun untuk menggambarkan ruang lingkup materi yang akan diujikan, kompetensi yang harus dikuasai peserta didik, serta bentuk kemampuan yang diharapkan muncul dari hasil pembelajaran pada setiap jenjang kelas. Dengan demikian, ASAT tidak hanya menjadi alat untuk mengukur hasil belajar peserta didik, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru sepanjang semester.
Untuk kelas 1, kisi-kisi ASAT difokuskan pada penguatan kemampuan dasar yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan belajar peserta didik pada jenjang selanjutnya. Materi yang diujikan diarahkan pada kemampuan mengenal, memahami, dan menerapkan konsep-konsep dasar sesuai mata pelajaran yang dipelajari. Dalam tahap ini, peserta didik diharapkan mampu menunjukkan pemahaman awal terhadap bacaan sederhana, berhitung dasar, pengenalan lingkungan sekitar, kebiasaan baik, serta nilai-nilai sikap yang menjadi bagian dari pembentukan karakter. Penilaian pada kelas 1 lebih menekankan pada kemampuan berpikir sederhana, ketelitian, dan pemahaman konkret sesuai tahap perkembangan anak.
Pada kelas 2, kisi-kisi ASAT disusun untuk memperkuat pemahaman dasar yang telah diperoleh pada kelas sebelumnya. Peserta didik diarahkan untuk lebih mampu membaca, menulis, berhitung, serta memahami konsep pembelajaran secara lebih runtut. Materi yang diujikan tidak hanya menuntut hafalan, tetapi juga kemampuan menerapkan pengetahuan dalam bentuk soal yang sederhana dan kontekstual. Pada kelas ini, peserta didik mulai diarahkan untuk mengembangkan kemampuan memahami instruksi, mengolah informasi, dan menyelesaikan permasalahan sederhana dengan bimbingan guru. Asesmen pada kelas 2 juga tetap memperhatikan aspek sikap, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja secara mandiri sesuai tahap perkembangannya.
Selanjutnya pada kelas 3, kisi-kisi ASAT mulai menuntut kemampuan berpikir yang lebih berkembang. Peserta didik tidak hanya diminta mengenali dan mengingat materi, tetapi juga memahami hubungan antar konsep dan menerapkannya dalam situasi yang lebih variatif. Materi pada kelas 3 biasanya mencakup penguatan literasi, numerasi, pengetahuan umum, pemahaman teks, dan penerapan konsep pembelajaran secara lebih luas. Soal-soal yang disusun dalam kisi-kisi diarahkan agar peserta didik mampu menunjukkan kemampuan analisis sederhana, memahami isi bacaan, mengolah data ringan, dan menyelesaikan persoalan dengan langkah yang benar. Pada tahap ini, ASAT menjadi sarana penting untuk melihat sejauh mana peserta didik mampu naik dari pemahaman dasar menuju kemampuan berpikir yang lebih terstruktur.
Untuk kelas 4, kisi-kisi ASAT disusun dengan tingkat kedalaman materi yang lebih tinggi dibandingkan kelas sebelumnya. Peserta didik diharapkan telah memiliki kemampuan dasar yang cukup kuat sehingga dapat menghadapi soal-soal yang menuntut pemahaman, penerapan, dan penalaran. Materi yang diujikan pada kelas 4 mencakup berbagai kompetensi inti yang telah dipelajari selama proses pembelajaran, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Pada jenjang ini, peserta didik mulai diarahkan untuk mampu membaca dengan pemahaman yang lebih baik, menyelesaikan soal hitungan yang lebih kompleks, memahami isi bacaan secara menyeluruh, dan menghubungkan informasi dari berbagai sumber sederhana. Dengan demikian, ASAT kelas 4 juga berfungsi sebagai jembatan menuju pembelajaran kelas atas yang menuntut kemandirian belajar lebih besar.
Sementara itu, pada kelas 5, kisi-kisi ASAT disusun sebagai bentuk penguatan dan pemantapan seluruh kompetensi yang telah dipelajari peserta didik selama proses pendidikan di tingkat sebelumnya. Kelas 5 menjadi jenjang penting karena peserta didik sudah berada pada tahap akhir sebelum memasuki kelas terakhir pada satuan pendidikan dasar. Oleh sebab itu, materi dalam kisi-kisi disusun dengan memperhatikan cakupan kompetensi yang lebih luas, tingkat kesulitan yang lebih tinggi, serta kemampuan berpikir kritis yang mulai berkembang. Soal-soal pada kelas 5 diarahkan untuk mengukur kemampuan memahami informasi, menganalisis persoalan sederhana, menyelesaikan soal secara runtut, dan menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam konteks yang lebih bermakna. ASAT pada kelas ini menjadi tolok ukur kesiapan peserta didik untuk melanjutkan proses pembelajaran ke jenjang berikutnya.
Secara umum, kisi-kisi ASAT kelas 1–5 tahun pelajaran 2025–2026 disusun dengan mengacu pada prinsip keterpaduan antara capaian pembelajaran, materi pembelajaran, dan karakteristik perkembangan peserta didik. Setiap butir soal yang tercantum dalam kisi-kisi diharapkan mampu mewakili kompetensi penting yang telah diajarkan, sehingga hasil asesmen benar-benar mencerminkan kemampuan aktual peserta didik. Selain itu, penyusunan kisi-kisi juga memperhatikan keseimbangan antara ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sehingga penilaian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang telah dilalui.
Dengan adanya kisi-kisi ASAT ini, guru memiliki panduan yang jelas dalam menyusun soal yang valid, terukur, dan sesuai tujuan pembelajaran. Peserta didik pun dapat memperoleh gambaran mengenai materi yang perlu dipelajari dan dipersiapkan dengan lebih baik. Harapannya, pelaksanaan ASAT tahun pelajaran 2025–2026 dapat berlangsung dengan tertib, objektif, dan memberikan hasil evaluasi yang benar-benar bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran di kelas 1 sampai kelas 5.
Link Download Kisi-kisi ASAT Kelas 1-5 Tahun 2026
https://drive.google.com/drive/u/0/folders/1tML30mI72rLRxxvR09xucSDRyBFIdLmb
